Makin Pecah Konflik Rusia dan Ukraina

 

Proboast51 – Benua Eropa yang sekarang damai bisa menjadi medan perang jika Rusia dan Ukraina terlibat dalam konfrontasi militer terbuka. Ketegangan tinggi di perbatasan kedua negara, yang diikuti dengan penumpukan pasukan dan persenjataan berat, membuat khawatir banyak pihak. Seorang diplomat senior Uni Eropa menggambarkan kawasan itu semakin dekat dengan perang terbuka, pertama kali sejak berakhirnya perang antara negara-negara Balkan bekas Yugoslavia.

Berbicara secara pribadi kepada wartawan BBC, peringatan itu disampaikan sehubungan dengan ketegangan saat ini dengan Moskow, dengan pembangunan militer besar-besaran di perbatasan Ukraina. Suasana di Brussel gelisah. Hal ini bisa menjadi ancaman besar di benua erpoa, pasalnya perang ini bisa menyebabkan krisis di beberbagai negara eropa bahkan dunia. Konflik yang terjadi tidak sepenuhnya bertuju kepada Rusia dan Ukraina. Hanya sedikit orang di Brussel yang percaya bahwa Moskow memiliki kekuatan militer, apalagi uang, atau dukungan rakyat di dalam negeri untuk perang.

Penjelasan Apa Itu NATO

Pada artikel ini menjelaskan. NATO, singkatan dari North Atlantic Treaty Organisation, adalah aliansi militer yang dibentuk pada 1949 oleh 12 negara, termasuk AS, Kanada, Inggris, dan Prancis. Para anggotanya setuju untuk saling membantu jika terjadi serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota. Tujuan awal berdirinya NATO adalah untuk untuk melawan ancaman ekspansi Rusia (saat masih berbentuk Uni Soviet) pascaperang di Eropa.

Pada tahun 1955 Soviet Rusia menanggapi NATO dengan menciptakan aliansi militernya sendiri dari negara-negara komunis Eropa timur, yang disebut Pakta Warsawa. Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, sejumlah negara anggota Pakta Warsawa menjadi anggota NATO. Kini, NATO memiliki 30 anggota.

Konflik Mulai Panas Rusia VS Ukraina

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) semakin menggelora. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kegiatan NATO di dekat perbatasan Rusia tidak dapat diabaikan oleh militer Rusia.

Rusia sudah bersiap untuk berperang, nyatanya Rusia sudah menempatkan kapal perangnya Soobrazitelny dan Stoiky. Tindakan ini dilakukan oleh Rusia untuk berlatih perang angkatan laut bersekala besar di daerah tersebut. Manuver angkatan laut juga akan fokus pada tindakan Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk melindungi kepentingan nasional Rusia di laut. Ini juga akan melawan ancaman militer laut dan samudera ke Rusia. Sebelumnya, AS telah mengatakan akan mengerahkan 8.500 tentara ke Ukraina. Dalam posisi “siaga tinggi”, pasukan itu akan bergabung dengan pasukan NATO lainnya untuk mengamankan Ukraina.

Baca Juga : Kasus Covid 19 di Berbagai Negara

Juru bicara Pentagon AS John Kirby mengatakan ini akan mengirimkan sinyal yang sangat jelas kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia menambahkan, mengacu pada data intelijen, Rusia jelas tidak berniat mengurangi eskalasi. Kemarin, AS juga mengirim kapal induk Harry S. Truman ke Laut Hitam untuk bergabung dengan NATO.

Masalah Rusia dan Ukraina sangat kompleks. Tidak hanya menyangkut klaim teritorial, dalam hal ini Krimea yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014, tetapi juga hegemoni Rusia dan Barat. Sejak revolusi yang terjadi pada tahun yang sama, yang menggulingkan pemimpin negara pro-Rusia, Ukraina telah tumbuh lebih dekat ke Barat. Bahkan Ukraina berniat menjadi bagian dari NATO.

Rusia menentang hal ini terjadi. Yang ditakutkan pihak Rusia adalah keberadaan pangkalan militer NATO di dekat wilayah Rusia. Dalam pembicaraan damai, Putin sering meminta jaminan AS dan NATO dalam hal ini. Namun selalu menemui jalan buntu, termasuk Jumat lalu. Konflik yang terjadi sekitar daerah Ukraina memanas saat NATO menempatkan pasukannya dalam siaga tinggi dan berita yang dibawa oleh media mengklaim bahwa Rusia bersiap untuk menyerang Ukraina.

Moskow membantah tuduhan itu dan bersikeras pada hak kedaulatannya untuk mengerahkan pasukan di dalam wilayahnya sendiri saat ekspansi NATO sedang berlangsung ke arah timur. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berbicara pasalnya pasukan Ukraina sudah berada di jalur kontak donbass. Mereka sudah bersiap untuk berperang.

Banyak negara yang tergabung dalam NATO, seperti Spanyol, Prancis, Belanda, dll. Sudah mempersiapkan juga sebuah jet tempur, kapal perang ke benua eropa timur untuk menginvestigasi wilayah itu. Akan tetapi diberitakan salah satu website eropa Jerman tidak ikut serta dalam hal itu, dia tidak mengirim pasokan senjata yang diminta oleh Ukraina, Jerman hanya mengirim team medis di daerah terjadinya konflik tersebut. sementara itu, Presiden Emmanuel Macron dari Prancis menyerukan dialog dengan Rusia untuk meredakan situasi.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.