Selandia Baru Lepas Aturan Wajib Vaksinasi

proboards51 – Selandia Baru berencana mencabut mandat wajib vaksinasi Covid-19 di sejumlah sektor termasuk guru, pendidik, dan anggota kepolisian. Relaksasi aturan selama pandemi mengikuti asumsi pemerintah Perdana Menteri Jacnda Ardern bahwa Selandia Baru telah melewati puncak varian Omicron dari wabah Covid-19.

Perdana Menteri Selandia Baru

Lepas Aturan Wajib Vaksinasi Di Selandia Baru

Ardern mengatakan pencabutan aturan vaksinasi akan berlaku mulai 4 April. Dia menekankan bahwa hanya petugas kesehatan, pekerja garis depan, dan penduduk kelompok rentan yang masih perlu menerima vaksinasi. menunjukkan peningkatan 1,65 juta kasus baru pada Rabu pagi (23 Maret 2022). Pada saat yang sama, jumlah kematian meningkat 4.790. Kasus positif didominasi oleh empat negara yang melaporkan hingga ratusan ribu sehari. Diantaranya Korea Selatan 353.725 kasus, Jerman 268.357 kasus, Prancis 180.777 kasus dan Vietnam 130.735 kasus.

Data akumulasi global Covid-19 yang dikutip situs worldometers mencatat 474,04 juta kasus dengan 6,12 juta kematian di seluruh dunia. Selandia Baru juga telah melonggarkan peraturan Covid-19, termasuk mencabut peraturan vaksinasi wajib untuk berbagai kegiatan publik mulai bulan depan. Penanganan Covid-19 Selandia Baru telah dipuji secara internasional karena kemampuannya untuk menjaga rawat inap dan tingkat kematian tetap rendah.

Berlaku mulai 4 April Yang Akan Datang

Dengan lebih banyak sumber daya, sebagai negara dengan populasi yang sudah divaksinasi terbanyak di dunia, kami dapat terus bergerak maju dengan aman,” kata Ardern dalam jumpa pers pada Rabu (23/3) seperti dikutip Reuters. Dengan aturan baru ini, Selandia Baru juga mencabut vaksinasi sebagai syarat perjalanan dan sosialisasi di tempat publik.

Lebih dari 95 persen populasi Selandia Baru di atas 12 tahun telah merampungkan dua dosis vaksin Covid-19. Sejak awal pandemi, Selandia Baru telah mencatat lebih dari setengah juta kasus Covid-19. Saat ini, Selandia Baru juga masih menghadapi lonjakan kasus Covid-19 akibat penyebaran varian Omicron. Selandia Baru masih mencatat rerata 17.049 kasus Covid-19 setiap harinya.Dengan lebih banyak sumber daya, kita dapat dengan aman terus bergerak maju sebagai negara dengan populasi paling banyak divaksinasi di dunia,” kata Ardern pada konferensi pers, Rabu (23 Maret).

Lebih dari 95 persen populasi Selandia Baru di atas usia 12 tahun telah menyelesaikan dua dosis vaksin Covid-19. Sejak pandemi dimulai, Selandia Baru telah mencatat lebih dari setengah juta kasus Covid-19. Selandia Baru saat ini masih dihadapkan pada peningkatan kasus Covid 19 akibat penyebaran varian Omicron. Selandia Baru masih mencatat rata-rata 17.049 kasus Covid-19 setiap harinya.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda ArdernĀ 

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah mengumumkan bahwa mengunjungi restoran, kafe, dan ruang publik lainnya tidak akan lagi memerlukan izin vaksinasi mulai 4 April.
“Dengan lebih banyak alat dan salah satu populasi yang paling banyak divaksinasi di dunia, kita dapat terus bergerak maju dengan aman,” kata Ardern saat mengumumkan pembatalan sebagian besar mandat.

Baca Juga : Update Kasus Umicron Di Indonesia

Meski begitu, Ardern menyebut negaranya telah melewati puncak wabah Covid-19 Omicron, khususnya di Auckland. a percaya Selandia Baru telah melewati puncak Omicron Covid-19 jika mandat vaksinasi wajib dicabut. Kasus sudah turun, akan tetapi kita tidak boleh lengah sedikitpun dalam kasua covid 19 ini terutama virus umicron. Kami juga akan menjalankan program kekebalahan tubuh secara teratur. Pelonggaran aturan vaksinasi terjadi seminggu setelah pemerintah mengatakan akan membuka perbatasan bagi warga Australia mulai pertengahan April. Selandia Baru juga berencana membuka perbatasannya untuk orang asing menggunakan program bebas visa mulai Mei tahun depan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.