Dampak Meninggalnya Ratu Elizabeth II

proboards51 – Pada 8 September Lalu ada berita yang sangat mengucang Dunia sekaligus berita sedih. Berita yang datang Dari Negeri Inggris ini adalah meninggalnya Ratu Elizabeth Ke 2. Ini akan membawa banyak dampak ke dalam perekomonian Inggris sekaligus Dunia.

Ratu dari Inggris sudah berlangsung selama 96 tahun, dan merupakan ratu paling lama di dalam kerajaan Inggris itu sendiri. Dia Meninggal di Castlenya yang bernama Balmoral castle, Scotland. Pada saat ratu sudah sangat lama berpegaruh menjadi ratu/raja dari Inggris.

Penyebab Dari Kematian Ratu Elizabeth Ke 2

Kabar Terbaru Kematian Ratu Elizabeth II Masih belum diketahui penyebabnya. Tetapi, berita tersebar di media sosial meninggalnya mendiang Si Ratu akibat Long Covid-19 atau indikasi Covid-19 berkelanjutan.

Mengutip Daily Mail, seseorang dokter dari rumah sakit yang berbasis di Leeds, Dokter Kelly Fearnley pula mendukung teori tersebut. Baginya, keadaan ratu sehabis terpapar Covid-19 tidak hendak sama seperti sebelum terpapar virus tersebut.

“Ikut sure sukhaekha cita atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Sehabis menikmati dekade yang baik ia tidak sempat sama lagi sehabis tertular Covid-19 di masa semi,”

Pemakaman Ratu Elizabeth Akan Di Lakukan Pada Tanggal 19 September 2022

Inggris telah memutuskan untuk merayakan pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September 2022. Pemakaman sebagian akan diadakan di Westminster Abbey di London. Istana Buckingham juga menegaskan bahwa Ratu Elizabeth II, yang meninggal Kamis dalam usia 96 tahun, akan dikanonisasi di Gereja St George di Kastil Windsor di London barat.

Sebelum pemakaman jenazah Ratu Elizabeth akan disemayamkan di Westminster selama empat hari untuk dilihat publik. Saat ini jenazah Ratu Elizabeth II berada dalam peti mati kayu ek yang disegel dalam Standar Kerajaan Skotlandia. Dengan mahkota bunga di atas aula Kastil Balmoral di timur laut Skotlandia.

Panggeran Charles III Akan Menjadi Raja Mengantikan Ibunda 

Pangeran Charles, anak pertama saat ini tahta Elizabeth serta jadi Raja Inggris. Dewan Aksesi secara formal mengumumkan Raja Charles III sebagai Raja Inggris hari ini, Sabtu( 10/9/2022) di Istana St. James, London, Inggris.

Charles mendeklarasikan pelantikan secara individu serta melaporkan semua laporannya secara keseluruhan untuk iman Protestan serta Gereja Skotlandia. “Aku sangat menyadari manfaat besar ini serta tanggung jawab tanggung jawab yang berat diberikan kepada aku. Aku wajib berusaha untuk menciptakan contoh yang menginspirasi,” kata Charles dikala mengambil tanggung jawab jabatannya di Istana St. James, Sabtu( 10/9 / 2022)

Ratu Meninggalkan Banyak Harta Dan Warisan

Wafatnya Ratu Inggris, Elizabeth II, meninggalkan misteri terpaut harta serta peninggalan yang dimilikinya. Alasannya, Kerajaan Inggris sendiri diketahui selaku salah satu yang mempengaruhi di dunia.

Kerajaan Inggris diperkirakan mempunyai kekayaan sebesar US$ 95 miliyar ataupun setara Rp1. 356 triliun. Kekayaan tersebut tercantum Istana Buckingham dengan luas 77. 109 m persegi. Kekayaan tersebut estimasi oleh konsultan evaluasi bisnis, Brand Finance

Pada tahun 2022, harta Ratu Elizabeth secara individu diperkirakan bernilai 365 juta lbs( dekat Rp 6, 2 triliun). Bagi Sunday Times Rich List, angka ini naik 15 juta lbs dari penghasilannya tahun 2020 serta tercantum Sovereign Grant serta pemasukan pribadinya.

Akan Ada Dampak Yang Di Alami Indonesia – Inggris

Guru Besar Ikatan Internasional Universitas Indonesia( UI) Hikmahanto Juwana berkata tidak hendak terdapat pergantian dalam sistem diplomasi Inggris terhadap negeri lain. Karena, sistem monarki yang dianut Inggris membuat raja ataupun ratu tidak mempunyai kedudukan dalam politik.

” Pasti tidak sebab kan Inggris menganut sistem monarki di mana raja ataupun ratu tidak memiliki kedudukan politik serta membuat kebijakan,” kata Hikmahanto kepada wartawan, Jumat( 9/ 9/ 2022).

Hikmahanto berkata keputusan politik serta kebijakan di Inggris terletak di tangan perdana menteri( PM), parlemen, sampai lembaga peradilan. Sehingga baginya, pergantian pemimpin kerajaan Inggris tidak hendak membuat pengaruh signifikan dalam urusan kebijakan negeri.

Baca Juga : Mahasiswa Demo Karena Kenaikan BBM

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.